AKSES DATA MUDAH, INVESTASI MIGAS BERGAIRAH

Akses Data Mudah, Investasi Migas Bergairah

Created at: 2019-04-02T03:55:38.933Z

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berencana membuka data seismik dan data sumur migas kepada para calon investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Pembukaan data blok migas ini diharapkan mampu meningkatkan minat investor untuk kembali berinvestasi dalam industri migas nasional.

Data yang akan dibuka antara lain data survei seismic sepanjang 1.316 km dan data pemboran sebanyak 368 sumur kunci regional di seluruh Indonesia. Nantinya, data-data tersebut akan ditawarkan kepada calon investor, perguruan tinggi, perusahaan jasa, ataupun pihak lain yang berminat melakukan kolaborasi.

Saat ini, SKK Migas bersama Indonesian Society of Petroleum Geologist (ISPG) telah membentuk tim kajian untuk mempersiapkan data-data yang akan dibuka kepada publik. Sedikitnya terdapat lima tim pengkajian data yang terbagi menjadi Tim Sumatra, Tim Natuna, Tim Jawa, Tim Kalimantan, dan Tim Indonesia Timur. Tim-tim tersebut terdiri dari para ahli geologi dan geofisika yang ada di Indonesia. Pihak-pihak yang berminat menggunakan data dan ingin melakukan kolaborasi dengan SKK Migas dapat langsung menghubungi bagian Eksplorasi SKK Migas.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan bahwa pembukaan data migas ini memang menjadi fokus Pemerintah dengan tujuan mempermudah calon investor memulai bisnisnya di Indonesia. Investor dapat mengakses data-data yang diperlukan tanpa perlu mengeluarkan dana sama sekali. Namun, menurut Arcandra, tidak semua data dapat diberikan. Ada beberapa data yang tidak bisa diungkapkan kepada publik dengan pertimbangan tertentu. Ditambahkannya, sekalipun data yang diungkap diperoleh secara gratis namun Pemerintah tetap akan menjaga kerahasiaannya.

Data-data migas yang ada saat ini merupakan data yang diperoleh dari kegiatan survei umum, eksplorasi, dan eksploitasi di sejumlah lapangan migas di Indonesia. Data-data itu disimpan dalam format yang berbeda-beda dengan berbagai media penyimpanan.

Respon Positif

Menanggapi rencana pembukaan data migas, sejumlah perusahaan migas yang bernaung di bawah Indonesian Petroleum Asscociation (IPA) menanggapi positif hal tersebut. Dengan adanya kebijakan tersebut, investor cukup membayar biaya akses dokumen lelang sebesar USD 5 ribu. Nanti setelah dinyatakan sebagai pemenang, investor baru membayar secara utuh biaya akses sebesar USD 80 ribu.

Hal itu jelas meringankan jika dibandingkan sebelumnya dimana setiap investor harus merogoh kocek hingga USD 80 ribu untuk dapat mengakses data blok migas yang akan dilelang. Artinya, investor tidak dibebani biaya yang besar pada awal kegiatan lelang. Investor pun memiliki bahan untuk evaluasi saat mempertimbangkan sebuah blok yang dilelang.

Seperti diketahui bersama, beberapa tahun terakhir ini lelang blok migas sangat sepi peminat. Dalam kurun waktu 2010-2018, Kementerian ESDM telah menggelar lelang blok migas sebanyak 215 kali. Hanya ada 223 perusahaan yang mengakses data blok migas. Artinya, rata-rata setiap kali lelang dibuka hanya satu perusahaan peserta lelang yang mengakses data blok migas.

Vice President Exploration PT Saka Energi Indonesia, Rovicky Putrohari, mengusulkan Pemerintah tidak hanya menggratiskan data blok migas yang sedang dilelang, tetapi juga data blok migas yang belum dilelang atau masih berupa area terbuka. Pasalnya, selama ini investor yang ingin melakukan studi bersama (joint study) harus membayar sejumlah dana untuk mengakses data. Jika data itu digratiskan, menurut dia, akan menjadi potensi bagi investor dalam melakukan studi bersama.

Sejumlah negara sebenarnya telah menerapkan kebijakan keterbukaan data migas seperti ini, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Negara-negara tersebut memberi kebebasan kepada investor untuk mengakses data migas secara gratis melalui daring (online). Bahkan di Norwegia, ada lembaga khusus yang mengelola data migas secara gratis. Memang di Indonesia, telah ada lembaga yang khusus mengelola data migas yaitu Pusat data dan Informasi (Pusdatin) di bawah kendali Kementerian ESDM, namun kontraktor masih diharuskan membayar karena negara masih menganggap data migas sebagai sumber pemasukan negara bukan pajak. (*)

Sumber:

  • Artikel “Pembebasan Biaya Akses Data Migas Dinilai Bisa Naikkan Minat Investasi” di Katadata.co.id (05/11/2018).
  • Artikel ”SKK Migas Buka Data Seismik dan Sumur” di Gatra.com (28/11/2018).
  • Artikel ”Tingkatkan Investasi, SKK Migas Buka Data Seismik dan Sumur” di Medcom.id (19/02/2019).
  • Artikel ”SKK Migas Dapat Persetujuan Buka Data 368 Sumur” di dunia-energi.com (29/11/2019).
  • Artikel “Arcandra Akses Pembukaan Data Blok Migas Jadi Fokus Pemerintah” di katadata.co.id (19/02/2019).