KERJA BARENG DEMI PENINGKATAN CADANGAN MIGAS

Kerja Bareng Demi Peningkatan Cadangan Migas

Created at: 2019-04-19T04:04:20.713Z

Tahun 2018, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional mencatatkan peningkatan rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR) yang signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), RRR migas pada 2018 mencapai 105,6 persen atau berarti terdapat tambahan cadangan migas terbukti sekitar 831,5 juta barel setara minyak.

Dalam rentang waktu lima tahun terakhir ini angka RRR nasional berfluktuasi. Dimulai pada 2014, realisasi RRR tercatat sebesar 67 persen lalu turun menjadi 60 persen pada 2015. Selanjutnya, capaian RRR kembali naik menjadi 64 persen namun kemudian turun menjadi 55 persen pada 2017. Lonjakan yang signifikan terjadi pada 2018 di mana RRR mencapai 105,6 persen. Itu berarti penemuan cadangan migas baru lebih besar daripada migas yang diproduksi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengungkapkan capaian RRR pada 2018 ini ditopang dari terbitnya persetujuan lima proposal pengembangan lapangan (plan of development). Kelima PoD itu tersebut menyumbang 542 juta barel cadangan minyak dan 555 miliar kaki kubik (BSCF) gas. Adapun total cadangan migas Indonesia per 1 Januari 2018 untuk minyak bumi dan kondensat sebesar 7,51 miliar barel dan gas bumi 135,55 triliun kaki kubik (TSCF).

Kelima PoD itu di antaranya North West Kenanga, Wilayah Kerja Batanghari, di Jambi; Lapangan Karamba, Blok Wain di Kalimantan Timur; Lapangan Asap, Kido dan Merah, Blok Kasuri, di Papua Barat; Lapangan Sinarmas, Blok South West Bukit Barisan, di Sumatera Barat; dan Lapangan Merakes, Blok East Sepinggan di Kalimantan Timur.

Bisa Lebih Tinggi

Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee Arizon Suardin, mengakui bahwa capaian RRR pada tahun 2019 seharusnya bisa lebih besar daripada 2018 karena ada sekitar 45 PoD yang dapat disetujui pada tahun ini. Persetujuan yang diberikan meliputi PoD Pertama dan PoD lanjutan untuk optimalisasi produksi.

Sejumlah proyek besar yang termasuk di dalam daftar usulan PoD antara lain, proyek Lapangan Abadi di Blok Masela, proyek Ultra Laut Dalam (IDD), dan proyek Senoro fase kedua. Apabila, seluruh PoD tersebut disetujui maka diproyeksikan terdapat tambahan cadangan migas sekitar 2,8 miliar barel setara minyak (BOE).

Dalam rangka mencari cadangan migas baru, SKK Migas juga menargetkan pengeboran 57 sumur eksplorasi pada tahun ini dengan nilai investasi mencapai USD 850 juta. Jumlah sumur yang akan dibor meningkat dibandingkan realisasi tahun 2018 sebanyak 21 sumur.

Indonesia sendiri sebenarnya masih memiliki potensi ladang migas yang cukup besar. Berdasarkan catatan SKK Migas, awal 2018 terdapat 128 cekungan di seluruh Indonesia yang memiliki kandungan hidrokarbon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 cekungan atau sekitar 57 persennya belum dieksplorasi. Sebagian besar lapangan migas yang belum dieksplorasi berada di wilayah Indonesia bagian timur dan mengarah ke lepas pantai atau laut dalam.

Presiden Indonesian Petroleum Association, Tumbur Parlindungan, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya Pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi sehingga dapat menghasilkan penemuan cadangan besar. Namun demikian, lanjut dia, penemuan cadangan migas baru harus dibarengi dengan penyelesaian sejumlah permasalahan di sektor ini. Sehingga Pemerintah dan pelaku industri migas dapat bekerja bersama lebih optimal untuk mengejar target yang dicanangkan. (*)

Sumber:

  • Artikel “Cadangan Minyak RI Bisa Bertambah 28 Miliar Barel” di cnbcindonesia.com (16/09/2019).
  • Artikel “Rasio Penggantian Cadangan Migas Indonesia Lampaui Target” di katadata.co.id (14/01/2019).
  • Artikel “Cadangan Migas Mulai Bertambah” di petrominer.com (23/01/2019).
  • Artikel “Demi Dongkrak Cadangan, SKK Migas Targetkan Pengembangan 45 Lapangan” di katadata.co.id (16/01/2019).
  • Artikel “Bos-bos Minyak Dukung Penemuan Cadangan Migas Baru” di okezone.com (07/12/2018).