POTENSI BESAR LNG DI INDONESIA

Potensi Besar LNG di Indonesia

Created at: 2019-04-10T09:08:43.638Z

Indonesia dikenal mempunyai potensi gas bumi yang cukup besar. Sejak 1977, sekitar 1,5 persen dari total cadangan gas bumi dunia ada di negara ini. Menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Januari 2018, total cadangan gas bumi di Indonesia mencapai 135,55 triliun standar kaki kubik (TSCF).

Dari total cadangan tersebut, sebanyak 99,06 TSCF merupakan cadangan terbukti. Sedangkan cadangan potensial ada sebanyak 21,26 TSCF, dan cadangan harapan 18,23 TSCF. Beberapa wilayah yang memiliki cadangan terbukti cukup besar di antaranya Natuna, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Selain itu, cadangan gas bumi juga ditemukan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera bagian tengah.

Keberadaan gas bumi memainkan peranan penting dalam bauran energi nasional. Berdasarkan target Pemerintah, gas bumi akan memiliki porsi sebesar 20 persen dalam bauran energi pada 2025, dan meningkat menjadi 24 persen pada 2050. Keberadaan gas bumi memang penting, baik sebagai bahan bakar maupun sebagai pendukung pada proses produksi industri, seperti pabrik pupuk.

Gas bumi secara umum diolah menjadi liquefied petroleum gas (LPG), liquefied natural gas (LNG), hingga compressed natural gas (CNG). Indonesia termasuk dalam lima besar negara eksportir LNG pada 2017. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) lifting LNG untuk kebutuhan domestik pada 2017 menunjukkan tren peningkatan.

Jika pada 2012 jumlahnya mencapai sekitar 41 trillion british thermal unit (TBTU), meningkat menjadi 147 TBTU pada 2017. Sementara lifting untuk ekspor turun dari 949 TBTU menjadi 689 TBTU pada periode yang sama.

Kebutuhan domestik dapat dipenuhi dari beberapa terminal regasifikasi LNG yang mulai beroperasi di dalam negeri. Diawali dari terminal regasifikasi terapung (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) Nusantara Regas di Teluk Jakarta pada 2012, kemudian FSRU Lampung pada 2014, Regasifikasi Arun di Aceh pada 2015, dan terakhir beroperasinya Small Scale Regasification Plant di Benoa, Bali, pada 2016.

Pasar Indonesia

Kebutuhan akan LNG diperkirakan semakin besar dengan beroperasinya pembangkit-pembangkit listrik PLN yang termasuk dalam proyek listrik 35.000 Megawatt. Produksi gas bumi dari Kalimantan, misalnya. Sebagian besar produksi gas bumi dari pulau ini diolah menjadi LNG yang didistribusikan guna memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, potensi pasar Indonesia untuk LNG masih terbuka lebar. Kondisi ini berbanding lurus dengan semakin besarnya peluang bisnis LNG yang bisa digarap di Indonesia. Dia menambahkan, ada tiga fokus utama terkait pengembangan LNG di Indonesia saat ini, yaitu mengembangkan sumber daya alam yang ada dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi, mengembangkan infrastruktur LNG untuk meningkatan produksi, dan pengelolaan manajemen ekonomi berbasis LNG untuk menciptakan efisiensi kebijakan yang lebih menarik bagi investor. (*)

Sumber:

Laporan Tahunan SKK Migas 2017

  • Artikel “Cadangan Gas Alam Cair 135,55 TSCF, ESDM Cari Investor” di tempo.co (05/03/2019).
  • Artikel “Jadi Pemain Utama Bisnis Gas di Dunia Segini Total Cadangan Indonesia” di viva.co.id (05/03/2019).
  • Artikel “Rasio Penggantian Cadangan Migas Indonesia Lampaui Target” di katadata.co.id (14/01/2019).
  • Artikel “Pemerintah Tawarkan Potensi Gas Alam yang Berlimpah ke Investor” di beritagar.id (6/03/2019).
  • Artikel “BPH Migas Gelar FGD Bahas Prospek Pengembangan Pemanfaatan Gas Bumi di-Kalimantan” di merdeka.com (20/12/2018).