Teknologi EOR Sebagai Tren Global

Teknologi EOR Sebagai Tren Global
Sejumlah negara berhasil menjaga produksi minyak pada lapangan tua dengan menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

EOR bak ‘dewa’ penolong produksi minyak dan gas bumi (migas) saat aktivitas eksplorasi tertatih-tatih dilakukan. Dengan EOR, lapangan tua yang pernah menjadi andalan di masa lalu bisa mempertahankan atau sekadar mengerem laju penurunan produksinya agar tak terlalu tajam.

Pemanfaatan EOR memang ditujukan untuk mengangkat kandungan minyak yang masih tersisa di dalam reservoir yang tidak bisa dikeduk menggunakan cara-cara biasa. Tidak hanya di Indonesia, EOR jamak dilakukan oleh berbagai negara produsen migas di seluruh dunia.

Menurut data International Energy Agency (IEA), terdapat sekitar 375 proyek EOR di seluruh dunia pada 2017. Tambahan minyak yang berhasil diangkat menggunakan EOR mencapai 2,25 juta barel per hari (BPH), atau sekitar 2 persen dari produksi minyak global.

Dari ratusan proyek EOR tersebut, sebanyak 120 proyek menggunakan uap (thermal), 166 proyek menggunakan CO2, 35 proyek menggunakan bahan kimia (chemical), 45 proyek menggunakan injeksi gas, dan sisanya dengan metode lain.

Secara historis, produksi EOR terkonsentrasi di kawasan Amerika Utara. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini sejumlah negara lain mulai menerapkan EOR pada lapangan-lapangan minyak yang ada. Malaysia, misalnya. Negara tetangga Indonesia ini telah memulai produksi EOR pada lapangan lepas pantai (offshore). Begitu pula Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, India, Kolombia dan Ekuador sudah memulai proyek percontohan EOR. Seperti negara lainnya, Oman, Rusia, dan Meksiko telah merasakan manfaat dari EOR pada lapangan-lapangan produksi.

Cerita Sukses EOR

Pada 2017, produksi minyak di Oman tercatat sebanyak 971 ribu BPH. Jumlah tersebut berkurang sekitar 3,4 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,004 juta BPH. Menyadari tren produksi yang menurun, Petroleum Development Oman (PDO) yang bertugas menopang separuh produksi minyak Oman pun menerapkan teknik EOR pada sejumlah lapangan migas yang dimiliki. Langkah PDO ini jelas bertujuan untuk menahan laju penurunan produksi.

Berdasarkan data IEA, produksi minyak yang dihasilkan dari kegiatan EOR di Oman pada 2017 mencapai angka 185,2 ribu BPH. Perusahaan yang 60 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Oman ini bahkan menargetkan pada tahun 2025 sebanyak 23 persen produksi minyaknya akan berasal dari kegiatan EOR, dibanding tahun 2018 yang hanya mencapai 10 persen dari produksi minyak yang ada.

Beberapa proyek EOR yang dilakukan di Oman, di antaranya Lapangan Marmul yang memberikan tambahan produksi minyak sebesar 14,6 juta barel (beroperasi sejak 2010), Lapangan Harweel, Lapangan Amal West, dan Lapangan Qarn Alam. Metode EOR yang digunakan pun berbeda di setiap lapangan tergantung karakteristik lapangan masing-masing.

Bergeser ke Rusia. Terdapat enam proyek EOR yang sudah berproduksi komersial pada 2017. Proyek-proyek EOR ini memberikan tambahan produksi minyak untuk Rusia sebesar 149.100 BPH. Proyek EOR dengan produksi terbanyak di Rusia dioperasikan oleh LukOil, perusahaan migas terbesar kedua di Rusia.

LukOil mengerjakan tiga proyek EOR yaitu di Lapangan Yaregskoye, Lapangan Ural, dan Lapangan Usinskoye. Ketiga proyek EOR ini memberikan tambahan produksi minyak sebesar 107.000 BPH.

Beralih ke benua Amerika, tepatnya di Meksiko. Dibandingkan Amerika dan Kanada, Meksiko merupakan negara yang tidak terlalu banyak memiliki kandungan minyak. Data BP Statistical Review of World Energy 2018 menunjukkan cadangan minyak Meksiko hanya 7,2 miliar pada 2017. Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan Kanada yang mencapai 168,9 miliar barel dan Amerika sebesar 50 miliar barel.

Menyadari posisinya yang bukan merupakan negara berlimpah minyak, Meksiko pun saat ini memiliki satu proyek EOR. Salah satu alasannya, produksi minyak Mexico pada 2017 mengalami penurunan 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Proyek EOR diterapkan pada Lapangan Samaria dengan Pemex sebagai operator. EOR dengan mengunakan teknik injeksi uap ini berhasil meningkatkan produki sebesar 19.000 BPH pada 2017. (*)

 

Sumber:

  • Artikel “Enhanced Oil Recovery (EOR)” di situs perusahaan Petroluem Development Oman (PDO), pdo.co.om
  • Laporan “Fact File” di situs Petroleum Develompment Oman (PDO), pdo.co.om
  • Artikel “Commentary: Whatever happened to enhanced oil recovery?” di iea.org
  • BP Statistical Review of World Energy 2018